Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Mengenal Jenis Hewan Vertebrata

 


Hewan Vertebrata adalah sekelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).

Hewan Vertebrata adalah hewan yang biasa hidup di berbagai habitat, baik berada di darat, air tawar, sungai maupun laut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, vertebrata adalah binatang yang bertulang belakang (seperti binatang menyusui dan burung). Sumber makanan hewan vertebrata adalah induknya (menyusui), hewan lain (berburu), tumbuhan.

Ciri-ciri Hewan Vertebrata

- Tubuh terdiri dari kepala, badan, dan 2 pasang alat gerak. Beberapa species mempunyai ekor

-Sistem pencernaan memanjang dari mulut hingga anus, dilengkapi dengan kelenjar pencernaan

- Sistem peredaran darah tertutup

- Alat ekskresi berupa ginjal

- Alat pernafasan berupa paru-paru, kulit, atau insang

- Sepasang alat reproduksi di kanan dan di kiri

- Sistem endokrin berfungsi menghasilkan hormon

- Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (serabut saraf)

- Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, dan sel-sel dara

- Sistem gerak terdiri dari rangka sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak.

Klasifikasi Hewan Vertebrata

1. Ikan (pisces)



Ikan termasuk salah satu jenis hewan vertebrata. Karena ikan memiliki rangka yang tersusun dari tulang keras yang mengandung kalsium fostat.

Ikan merupakan binatang yang berhabitat didalam air, baik tawar atau air asin.

Ikan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

- Tubuh dilindungi oleh sisik

- Bergerak dengan sirip dan ekor

- Memiliki gurat sisi untuk menentukan arah dan posisi berenang

- Tidak mempunyai daun telinga

- Bernapas dengan insang

- Ikan yang hidup di lumpur mempunyai alat bantu pernapasan berupa labirin

- Jantung terdiri dari dua ruang

- Berkembangbiak dengan bertelur

- Pembuahan terjadi di luar tubuh induk (fertilisasi eksternal)

- Berdarah dingin

2. Burung (aves)



Burung memiliki bulu dan paruh yang terbuat dari zat keratin.

Bulu yang membentuk sayap berfungsi untuk terbang. Namun ada juga sebagian hewan jenis aves yang tidak bisa terbang, seperti penguin.

Ciri-ciri yang dimiliki burung:

- Hidup di darat

- Alat penglihatan, alat pendengaran dan alat suara sudah berkembang dengan baik

- Alat pernapasan berupa paru-paru dan alat tambahan berupa pundi-pundi udara sebagai tempat cadangan udara pernapasan disaat terbang jauh

- Jantung telah memiliki 4 ruang yang sempurna

- Berkembangbiak dengan bertelur, ciri telur bercangkang dan kuning telur berukuran besar

- Pembuahan terjadi di dalam tubuh induknya (fertilisasi internal)

- Berdarah panas.

3. Amphibi



Amphibi hewan vertebrata yang punya keunikan. Karena ada hewan kelompok amphibi yang hidup di dua alam, yakni darat dan air.

Ciri-ciri hewan amphibi:

- Hidup di air (pada fase larva) dan di darat ataupun tempat-tempat yang lembab (pada fase dewasa)

- Penutup tubuh berupa kulit yang licin dan tidak bersisik

- Alat pernapasan berupa insang, paru-paru, dan kulit

- Jantungnya memiliki 3 ruang

- Berkembangbiak dengan menghasilkan telur yang tidak bercangkang

- Pembuahan terjadi di luar tubuh induk (fertilisasi eksternal), di air atau tempat yang lembab

- Beberapa species kelompok amphibi mengalami perubahan bentuk tubuh selama proses pertumbuhan dan perkembangnya. Perubahan ini dikenal dengan proses metamorfosis.

- Berdarah dingin

4. Reptil



Reptil memiliki kulit keras, kering, dan bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik pada reptil berfungsi untuk mencegah kekeringan. Ciri hewan reptil:

- Hidup di darat, ada beberapa species yang dapat hidup di air

- Bergerak menggunakan perut atau kaki

- Bernapas dengan paru-paru

- Jantung memiliki 4 ruang yang sekatnya belum sempurna

- Berkembangbiak dengan menghasilkan telur yang bercangkang

- Pembuahan terjadi di dalam tubuh induknya

- Berdarah dingin.

5. Hewan menyusui (mamalia)



Hewan jenis mamalia menghasilkan susu sebagai makanan bagi anaknya. Susu dihasilkan oleh kelenjar yang ada di daerah perut atau dada. Selain punya susu, hewan mamalia juag punya rambut, dan tiga tulang telinga tengah. Hewan mamalia ada yang hidup di darat, ada juga di air.

Ciri-ciri hewan mamalia

- Umumnya hidup di daratan, tetapi ada pula yang hidup di air seperti paus, dan lumba-lumba

- Struktur tubuhnya sesuai dengan cara hidupnya, ada yang terbang, berenang, meluncur, berlari, melompat, atau menggali

- Pada kulit terdapat kelenjar keringat dan kelenjar minyak

- Bernapas dengan paru-paru, dan mempunyai diafragma untuk membantu bernapas

- Jantung terdiri dari 4 ruang yang sempurna. Otak berkembang lebih baik dibandingkan vertebrata lainya

- Berkembangbiak dengan melahirkan anak

- Pembuahan terjadi di dalam tubuh induk (fertilisasi internal)

- Berdarah panas.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina