Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Cara Budidaya Maggot, Salah Satu Hewan Avertebrata


Cara Budidaya Mangot, Salah Satu Hewan Avertebrata

Cara Budidaya Maggot, Salah Satu Hewan Avertebrata

Maggot,  mendengar sebutannya mungkin orang belum mengetahui banyak akan hal ini, Namun dengan sebutan  belatung, mungkin sudah sering kita dengar dan lebih familiar karena dianggap oleh sebagian orang, Mangot merupakan hewan yang menjijikkan dan menggelikan.

Maggot atau yang lebih sering dipanggil dengan nama belatung merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) dan memiliki bahasa latin Hermetia Illucens. maggot merupakan larva dari jenis lalat yang awalnya berasal dari telur dan mengalami metamorfosis menjadi lalat dewasa.

Maggot memiliki warna hitam, dan membuat kabanyakan orang menjadi merasa geli dan jijik. Tetapi kenyataannya  maggot memiliki potensi untuk dibudidayakan.

Bagi beberapa orang, budidaya Maggot merupakan potensi yang menggiurkan untuk dikembangkan. Terutama untuk pemanfaatan pakan alternatif bagi ternak.

Perkembangbiakan Maggot harus dilakukan pada media  yang bersih, yaitu pada media yang beraroma fermentasi sehingga lalat BSF tidak mengundang penyakit.

Budidaya maggot cukup mudah untuk dipelajari dan dikembangkan, mengingat Maggot berkembang biak dengan alami di alam, sehingga mudah untuk mendapatkannya.

Maggot mampu hidup dan bertahan pada lingkungan yang tropis, maupun subtropis sehingga sangat mudah dilakukan di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

 Langkah-langkah Budidaya Maggot

Beberapa tahapan perlu dipersiapkan dan dilakukan ketika mau memulai budidaya Mangot. Bahan yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Dedak atau bekatul
  • EM4 atau bisa dengan bahan alternative lain seperti  yakult
  • Gula pasir 5 sendok makan
  • Air secukupnya
  • Penguat rasa makanan

Peralatan yang dibutuhkan

  • Ember
  • Tali untuk mengikat
  • Kantong plastik berwarna bening
  • Sisa sampah dapur

Adapun Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Pertama, siapkan ember kecil dan isi dengan air sebanyak 1 liter. Tambahkan gula pasir dan EM4 atau yakult kemudian aduk hingga cukup rata.

kedua, siapkan ember besar dan isi dengan dedak lalu kemudian  tambahkan penyedap rasa dengan tujuan agar adonan memiliki aroma yang tajam untuk memancing lalat BSF.  Kemudian aduk hingga rata

ketiga, campur kedua adonan  dari ember kecil ke ember besar sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Kemudian pastikan kadar airnya pas, tidak basah dan tidak terlalu kering.

keempat, kemudian adonan tersebut dimasukkan kedalam plastik bening sebanyak setengah bagian lalu ikat ujungnya, dan perlu di perhatikan hingga udara benar benar tidak terdapat pada plastik tersebut. Hal ini dikarenan dedak akan berfermentasi.

Hasil dari fermentasi akan mengeluarkan gas sehingga perlu adanya ruang untuk gas hasil fermentasi. Kemudian Ikat ujung plastik bening dengan rafia dan simpan di tempat yang sejuk, dan tunggu selama 4-5 hari.

Fermentasi dedak atau bekatul dapat disimpan ditempat yang kemungkinan dapat  mengganggu proses fermentasi, seperti hewan ternak. Sebaiknya adonan ditutup dengan dedaunan atau bisa ditaburkan sisa- sisa sampah dapur seperti sisa makanan. Suhu maksimal tempat penyimpanan Maggot antara 30-38 derajat celcius.

tempat penyimpanan dianjurkan agar mandapat  sinar matahari yang cukup agar kandang tetap hangat. Hal ini dilakukan untuk membantu proses penetasan telur .

Aroma yang dihasilkan dari fermentasi nantinya akan memancing lalat BSF untuk hinggap dan bertelur di sekitar dedak hasil fermentasi.

Lalat BSF nantinya akan bertelur pada media yang berfermentasi kurang lebih selama 1-3 hari. Kemudian telur-telur ini akan menetas. Kemudian Maggot yang sudah menetas bergerak dengan sendiri dan memakan makanan yang ada pada media fermentasi yang telah dipersiapkan. Dalam waktu 2-3 minggu Maggot akan tumbuh besar dan siap untuk dipanen.

Manggot yang selama ini dianggap sebagai  hewan yang menggelikan dan menjijikkan ternyata punya nilai jual yang cukup tinggi, harga Manggot yang siap diberikan untuk hewan ternak bisa berkisar antara 15-20 ribu perkilogram.

Selain itu Maggot ternyata memiliki minat pasar yang tinggi. Karena Maggot merupakan pakan hidup yang disukai ternak, dan juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga berguna untuk pertumbuhan hewan ternak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina