Langsung ke konten utama

5 Jenis Hewan Vertebrata Paling Berbahaya di Dunia

Traveling menjelajahi gunung, hutan hujan tropis, dan pantai alue naga menjadi kegemaran orang yang sering mengenakan outfit mamba saat ini. Namun, diperlukan persiapan khusus sebelum kamu memutuskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Sebab, ada banyak kemungkinan masalah yang akan kamu hadapi saat berada di hutan alami atau taman laut. Salah satunya datang dari binatang berbisa. Nah, di blog kali ini, hewan vertebrata paling berbisa itulah yang akan kita bahas. Langsung saja, berikut 5 binatang paling berbisa yang bisa saja kamu temui saat traveling berpetualang ke dalam hutan atau saat menceburkan diri ke laut lepas. 1. Ikan Buntal Ikan buntal atau yang dikenal dengan nama Puffer fish, merupakan hewan vertebrata paling beracun kedua di dunia. Mereka mudah ditemukan di lautan tropis di seluruh dunia. Ikan buntal memiliki racun yang bisa membunuh manusia. Jarum yang ada pada hewan yang pernah dilihat langsung oleh Bryan Mckenzie ini mengandung racun berbahaya yang bernama tet

Mengenal Cacing Tanah Lebih Dekat

 



Cacing tanah adalah cacing berbentuk tabung dan tersegmentasi dalam filum Annelida. Mereka umumnya ditemukan hidup di tanah dengan memakan bahan organik hidup dan mati. Cacing tanah melakukan respirasi melalui kulitnya. Adapun nama latin dari cacing tanah adalah Lumbricina. Mereka biasanya jauh lebih melimpah di lingkungan terganggu dan biasanya aktif hanya jika air hadir.

Sebelum kita membahas lebih lanjut, kamu juga bisa sambil mendengarkan musik atau lagu chord semata karenamu ketika menyimak ulasan ini. Langsung saja yuk kita bahas.

Ciri-ciri

Binatang satu ini memiliki ciri-ciri yaitu :

  • Panjangnya sekitar 1 mm hingga 3 mm.
  • Tubuh cacing tanah diselimuti dengan lendir guna memudahkannya bergerak.
  • Bentuk tubuhnya simetris bilateral, bersegmen dan mirip seperti cincin.
  • Tidak memiliki mata namun, memiliki indra penciuman dan juga peraba yang peka.
  • Segmen pada cacing ini tidak hanya di bagian luar saja, namun juga di bagian dalam tubuh.
  • Segmen-segmen pada tubuh cacing dipisahkan oleh sekat dan dinamakan septa.

Siklus Hidup

Cacing tanah memiliki siklus hidup yaitu :

  1. Mulai dari Kokon. Biasanya kokon ini keluar dari tubuh cacing yang umumnya berwarna kunig kehijauan dan kemudain akan berubah jadi kemerahan ketika akan menetas.
  2. Junevil. Ketika sudah menetas kemudian menjadi cacing muda atau juga junevil.
  3. Cacing Produktif. Setelah menjadi cacing muda kemudian menjadi cacing produktif.
  4. Cacing Tua. Dan terakhir adalah cacing tua. Tentu saja panjang hidup dari cacing ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang ada. Lalu ada juga cadangan makanan dan jenis cacing tanah itu sendiri. Bisa juga disebut sebagai cacing dewasa yang siap untuk kawin dan berkembang biak.

Habitat

Ada 2 tipe habitat pada caing tanah yaitu :

Earthmovers. Pada tipe pertama ini habitatnya ada di dalam tanah. Cacing tanah jenis termasuk ke dalam spesies soliter/penyendiri dengan membuat terowongan di dalam tanah. Cara bertahan hidup pada jenis tipe pertama dengan memakan bakteri, fungi dan algae yang ada di tanah.

Composter. Pada tipe kedua ini habitatnya ada di bawah tumpukan bahan organik seperti kayu lapuk dan yang lainnya. Untuk pakannya tidak jauh berbeda dengan tipe pertama.

Manfaat

Ada beberapa manfaat dari cacing tanah :

  • Cacing tanah berperan penting dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara untuk membentuk lapisan tanah yang bernutrisi.
  • Memiliki kemampuan dalam meningkatkan drainase atau penyaliran air tanah dengan membuat lorong di dalam tanah. Lorong tersebut berfungsi sebagai saluran air sehingga tanah dapat menyerap lebih banyak air.
  • Dapat mengendalikan dan mengatasi polusi tanah karena binatang yang satu ini merupakan organisme yang mampu mendeteksi adanya perkembangan polusi tanah di mana ia hidup.
  • Berperan sebagai obat alami untuk mengatasi peradangan dalam tubuh. Manfaat ini berasal dari kandungan antioksidan dan senyawa dalam tubuh cacing tanah yang memiliki efek antiradang sehingga bisa mencegah dan mengobati peradangan.
  • Mampu mengatasi penyakit tipes. Beberapa senyawa di dalam perut cacing tanah jenis Pheretima Javanica diketahui memiliki feel antiracun dan antibiotik yang bisa melawan bakteri Salmonella Typhi penyebab tipes.

Budidaya

Ada beberapa cara membudidayakan cacing tanah yaitu :

  • Mencari cacing tanah. Cari jenis cacing tanah yang akan dibudidayakan secara tepat sesuai dengan tempat atau habitat yang dimiliki baik itu di tanah atau di pohon.
  • Media atau kandang cacing tanah. Untuk kandang harus bebas dari hama atau predator seperti semut, ayam atau yang lainnya.
  • Makanan cacing tanah. Untuk makanan cacing tanah biasanya berupa limbah organik rumah tangga, limbah home industri, limbah peternakan, daun gugur dan yang lainnya.
  • Cara membersihkan kotoran cacing tanah. Cara untuk membersihkan cacing tanah dengan membuang lapisan tetas sekitar 1cm setaip 1 minggu sekali kemudian setelah 1 bulan balik media tersebut. Sedangkan setelah 2,5 bulan, ganti dengan yang baru.
  • Masa panen cacing tanah. Panen cacing tanah biasanya dilakukan pada bulan ke 2,5 hingga ke 4.

 

Keberadaan cacing tanah memang memiliki manfaat yang tidak dapat diremehkan. Meski begitu, cacing tanah juga bisa menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, jika memiliki keluhan medis tertentu, anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter dulu sebelum mengonsumsi cacing tanah.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Sotong: Klasifikasi, Ciri Ciri, serta Manfaatnya

Sotong merupakan salah satu hewan yang hidup di daerah perairan, khususnya laut, sungai, dan danau. Hewan ini bisa Kamu temukan di hampir seluruh daerah perairan yang berukuran luas, baik air tawar, payau, maupun asin, pada kedalaman yang bervariasi. Namun, hewan peraian satu ini kerap kali disalahartikan oleh masyarakat umum sebagai cumi-cumi. Padahal, keduanya adalah dua jenis hewan yang berbeda. Dimana, sotong memiliki tubuh berbentuk pipih, sedangkan cumi-cumi memiliki bentuk silinder . Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun atas kapur yang keras, berbanding terbalik dengan cumi-cumi yang memiliki cangkang yang lunak. Klasifikasi Sotong Kingdom : Animalia Filum : Moluska Kelas : Cephalopoda Sub kelas : Coleoidea Ordo : Sepioidea Genus : Sepia Spesies : Sepia Sp. Ciri-Ciri dan Keunikan Sotong Sotong memiliki delapan lengan, dan dua tentakel yang dilengkapi dengan pengisap untuk menangkap mangsanya. Mereka umumnya mempunyai ukuran antara 15-25 cm, deng

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Tapi sebelum itu kamu juga bisa mengetahui agama deva mahenra , aktor muda asal Indonesia. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas