Avertebratasia

Melalui artikel, gambar, dan sumber daya multimedia, Avertebrata bertujuan untuk memperkaya pemahaman pengunjungnya tentang keanekaragaman biologi dan peran penting avertebrata dalam ekosistem global.

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Hewan Avertebrata Bintang Laut : Klasifikasi, Morfologi, dan Fisiologi

Hewan Avertebrata Bintang Laut : Klasifikasi, Morfologi, dan Fisiologi

Hewan Anvertebrata Bintang Laut : Klasifikasi, Morfologi, dan Fisiologi

Bintang laut merupakan hewan yang biasa berasosiasi dengan karang, dan memiliki empat sampai enak lengan. Hewan ini merupakan jenis hewan kelas Asteroidea filum Echinodermata. Hewan ini biasanya juga memiliki kulit tubuh yang keras, dan berduri.

Bintang laut (Archaster typicus) umumnya memiliki 5 jumlah lengan, yang apabila lengan tersebut putus, maka akan tumbuh lengan baru sebagai pengganti.

Bintang laut biasanya memakan bahan organik dan plankton, yang masuk melalui mulut, menuju esofagus dan lambung yang bercabang menuju setiap lengan. Sisa pencernaan dari hewan ini kemudian dikeluarkan melalui anus yang terdapat pada bagian dorsal tubuh bintang laut.

Bintang laut memiliki peran yang cukup penting bagi ekosistem terumbu karang. Umumnya hewan ini memakan predator dari terumbu karang, selain itu bintang laut juga berperan mendaur ulang kawan dan memasukkannya kedalam siklus rantai makanan.

Sedangkan manfaat dari hewan ini adalah, dapat dimanfaatkan dalam bidang medis. Hewan avertebrata satu ini ternyata dapat digunakan sebagai obat peradangan sendi, dan juga obat penyakit asma. 

Sebelum kita membahas lebih lanjut, kamu juga bisa mengetahui profil dari difarina indra, penyanyi muda asal Indonesia. Langsung saja yuk kita bahas.

Klasifikasi Bintang Laut (Archaster typicus)

Phylum: Echinodermata

Sub Phylum: Elevtherozoa

Class: Asterazoa

Sub Class: Asteroidea

Order: Valvatido

Sub Order: Astaecea

Family: Archasterdae

Genus: Archaster

Species: Archaster typicus

Morfologi Bintang Laut (Archaster typicus)

Hewan ini pada umumnya memiliki warna abu-abu dan coklat bintik-bintik. Tubuh hewan ini terdapat duri-duri pada bagian inferolateral.

Bintang laut tergolong dalam kelas Asteroida. Filum Echinodermata merupakan filum bagi kelompok hewan yang tergolong dalam hewan tripoblastik yang memiliki ciri khusus adanya rangka yang terletak didalam tubuh (Endoskeleton).

Hewan avertebrata ini memiliki sisi aboral yang terdiri dari madreporit (lempeng dorsal yang berlubang-lubang sebagai tempat masuknya air laut kedalam sistem pembuluh air).

Kaki pada hewan ini dapat mencengkeram, memanjang, berkontransi, dan melemas. Pada bagian bawah lengan terdapat kaki tabung, yang mampu menyedot, seperti cakram , dan biasanya kaki tabung pada bintang laut digunakan untuk menjerat target mangsanya seperti remis dan tiram

bintang laut dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi bintang laut secara seksual dilakukan dengan cara melepaskan sel sperma atau telur, kedalam air.

Telur yang terjadi dari hasil pembuahan bintang laut akan tumbuh menjadu bipinnaria, dan menjadi larva Brachiolaria. Larva ini akan tumbuh dan biasa memakan plankton lainnya.

Sedangkan reproduksi bintang laut secara aseksual, dilakukan dengan regenerasi.

Fisiologi Bintang Laut (Archaster typicus)

1. Sistem Percernaan

Sistem percernaan pada hewan ini dimulai dari mulut yang terletak di tengah, dan dekat dengan kerongkongan yang terhubung dengan lambung.

Makanan yang dimakan oleh hewan ini, kemudian diproses di lambung besar, kemudian dihisap oleh getah lambung, dan dikirim kelima lengan pada hewan ini. Pencernaan yang menjadi sisa kemudian dikeluarkan melalui anus.

2. Sistem Pernafasan

Hewan ini bernafas menggunakan insang kulit, yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Selom tersebut dilindungi oleh silia, dan pediselaria. Hewan ini menyerap oksigen saat air mengalir melalui benjolan yang terdapat pada kulitnya.

3. Sistem Reproduksi

Hewan avertebrata bintang laut berkembang biak secara seksual dan aseksual. Adapun sistem reproduksinya, berkaitan dengan tahap perkembangannya yang kompleks dalam daur hidup.

Hewan avertebrata ini ternyata memiliki sekitar 2000 spesies. Beberapa spesies pada bintang laut, hidup pada zona intertidal, dan sebagian spesies lainnya hidup pada kedalaman laut. Hewan ini bahkan dapat ditemukan pada daerah dingin seperti daerah kutub.

Jangan sampai salah, Bintang laut bukan termasuk jenis ikan. Meskipun hewan ini hidup di perairan, hewan ini bukan termasuk ikan. Hewan ini tidak memiliki insang, sisik maupun sirip seperti ikan pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]