Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Klasifikasi, Morfologi, dan Jenis Kelabang Paling Berbahaya

Klasifikasi, Morfologi, dan Jenis Kelabang Paling Berbahaya


Siapa yang tidak takut dengan hewan satu ini, kelabang merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang dan termasuk ke dalam filum Arthropoda, subfilum Myriapoda. Hewan ini memiliki nama latin Chilopoda.

Secara fisik binatang ini memang terlihat menyeramkan. Kelabang merupakan binatang berbisa, bertubuh pipih, dan memiliki kaki yang banyak. Hewan ini termasuk kedalam kelas predator, dan biasa memakan serangga.

Pada bagian kepala kelabang, terdapat sepasang mata yang telah dimodifikasi menjadi sebuah cakar yang beracun. kaki beracun pada kelabang ini berguna untuk melumpuhkan mangsa ketika sedang bertemu dengan mangsanya.

Setelah kelabang membunuh mangsanya, hewan ini akan mengunyah dengan rahang yang terdapat pada bagian bawah. Jenis kelabang terbesar yang diketahui hingga saat ini, yaitu Amazonian giant centipede.

Morfologi Hewan Avertebrata Kelabang

Kelabang merupakan hewan yang masuk ke dalam jenis hewan avertebrata. Hewan ini memiliki rahang yang mengandung kelenjar beracun yang terletak di segmen tubuh pertama, tepat di belakang kepala.

Hewan avertebrata satu ini memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, mulai dari 1 sampai 12 inci dengan warna tubuh, mulai dari kuning, coklat tua, sampai coklat kemerahan. 

Hewan ini memiliki sebuah rahang beracun, yang berguna dalam menangkap mangsanya, dan sebagai pertahanan diri dari predator. Apabila anda digigit oleh hewan ini, maka anda akan merasakan hal yang hampir sama dengan disengat lebah.

Salah satu cara yang harus anda lakukan ketika terkena serangan hewan ini adalah, mencuci gigitan tersebut dengan sabun dan air, kemudian memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit.

Klasifikasi Hewan Avertebrata Kelabang 

berikut adalah klasifikasi dari kelabang yang termasuk kedalam jenis hewan avertebrata.

Kingdom: Animalia

Filum: Arthropoda

Subfilum: Myriapoda

Kelas: Chilopoda

Ordo: Scolopendromorpha

Famili: Scolopendridae

Genus: Scolopendra

5 Spesies Kelabang yang Paling Berbahaya

Hewan ini merupakan salah satu hewan yang ditakuti, karena racun yang dimilikinya sangat berbahaya. Berikut adalah beberapa spesies kelabang yang paling mematikan di dunia.

1. Amazonian giant centipede

Kelabang jenis ini berada pada pedalaman di Hutan Amazon. Ukuran kelabang ini biasanya dapat mencapai 30 cm. dan kelabang ini merupakan spesies kelabang yang paling besar di dunia.

Hewan ini biasanya dapat menelan serangga, katak, kadal, bahkan ular. Bahkan karena keganasan hewan ini pernah mencatat satu kematian yang dialami oleh anak usia 4 tahun di Venezuela pada tahun 2014.

2. Scolopendra Cataracta

Kelabang jenis ini merupakan kelabang yang mampu hidup, dan bertahan di dua alam atau disebut dengan amfibi. Hewan ini memiliki sebuah kemampuan berenang yang sangat baik, dan biasanya memiliki ukuran tubuh sekitar 20 cm.

Kelabang ini biasanya banyak ditemukan pada negara Thailand, Laos, dan Kamboja.

3. Scutigera Coleoptrata

Kelabang ini memiliki tubuh yang kecil, biasanya hanya berukuran 22-55 mm. Makanan utama dari kelabang ini adalah serangga dan arthropoda lainnya. 

Hewan ini disebut juga dengan house centipende, dan biasanya berada pada daerah Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Efek dari serangan kelabang jenis ini, dapat menyebabkan kulit gatal, dan menjadi kemerahan.

4. Scolopendra Subspinipes

Kelabang jenis ini biasanya terdapat pada daerah tropis, seperti Australia, Asia Tenggara, Amerika Tengah dan Amerika Utara. Kelabang jenis ini biasanya memiliki ukuran yang besar, hingga mencapai 20 cm. 

Racun yang terdapat pada jenis kelabang ini tergolong sangat berbahaya. Hewan avertebrata jenis ini biasanya memangsa serangga, tikus, dan hewan reptil. Scolopendra subspinipes pernah mengakibatkan suatu kematian pada anak usia 7 tahun, di negara Filiphina.

5. Scolopendra Heros

Jenis kelabang ini biasanya mempunyai habitat di daerah Amerika Utara, dan Meksiko. Kelabang jenis ini memiliki ukuran hingga 20 cm. Hewan ini biasa memangsa serangga, tikus, reptil kecil, bahkan hingga hewan amfibi.

Serangan kelabang jenis ini, mampu mengakibatkan beberapa gejala, seperti mual, dan sakit kepala pada manusia.

Beberapa jenis kelabang ini harus wajib anda waspadai. Agar kita tidak terserang dari hewan yang berbahaya ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina