Langsung ke konten utama

Mengenal Bahaya Infeksi Cacing Pipih: Ini Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cacing pipih adalah avertebrata tergolong ke dalam filum Platyhelminthes. Ada lebih dari 25.000 spesies dan beberapa di antaranya bisa menyebabkan infeksi cacing pipih pada manusia. Salah satu spesies cacing pipih yang dapat menginfeksi manusia adalah cacing pita. Cacing jenis ini adalah parasit yang hidup di dalam tubuh hewan lainnya sebagai inang. Untuk lebih lanjut mengetahui infeksi tersebut, berikut penjelasan hingga pengobatannya. Infeksi cacing pipih pada manusia Terjadinya infeksi cacing pipih pada manusia bisa berawal saat mengonsumsi daging hewan yang tidak matang dan dalam kondisi sudah terinfeksi cacing pipih. Selain itu, infeksi juga bisa terjadi saat mengonsumsi air yang terkontaminasi telur atau larva cacing. Meski dapat diatasi, terkadang infeksi pada manusia dapat menyebabkan kondisi serius dan mengancam jiwa. Ada berbagai macam infeksi cating pipih, namun menurut kelasnya, ada dua yang paling dikenal menyebakan infeksi cacing pipih. 1. Trematoda (Flukes) K

Memiliki Masa Hidup yang Singkat, Berikut Fakta Menarik Seputar Kupu-Kupu


Kamu tentu familiar dengan hewan yang satu ini. kaindahan hewan bersayap ini begitu menyejukkan mata dan membuat kebun semakin terlihat indah.

Kupu-kupu mempunyai berbagai macam ukuran hingga pola sayap yang beraneka ragam yang menjadikannya terlihat unik. Lalu, apa saja kira-kira keunikan dari hewan bersayap yang kerap menghisap nektar ini?

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Mempunyai Sayap Transparan

Kamu mungkin mengira bahwa sayap kupu-kupu menampilkan warna yang beragam dan mencolok. Namun sebenarnya, sayap kupu-kupu terbentuk dari lapisan-lapisan chitin, yakni sebuah protein yang membentuk eksoskeleton serangga. Karena begitu tipisnya lapisan-lapisan ini, sehingga terlihat transparan.

Terdapat ribuan sisik kecil yang menyelimuti chitin transparan ini dan memantulkan cahaya dalam warna-warna berbeda. Seiring bertambah usia kupu-kupu, ia akan memunculkan titik transparan di mana lapisan chitin-nya akan terekspos. Dengan kata lain, makin tua kupu-kupu, sayapnya akan makin nampak transparannya.

2. Memiliki Sensor Rasa di Kaki

Dengan memiliki sensor rasa yang terdapat pada kakinya, kupu-kupu akan dengan mudah menemukan makanan nya. Hewan ini berkeliaran di sekitar taman, kemudian menjejakkan kakinya pada daun atau bunga tanaman.

Dengan demikian, ia mencari tahu tumbuhan mana yang cocok untuk dihisap cairannya. Selain itu, terdapat duri halus pada di kakinya yang dinamakan kemoreseptor yang juga berguna untuk mengidentifikasi bahan kimia pada tumbuhan yang dihinggapinya.

3. Kupu-Kupu Hanya Hidup Beberapa Minggu

Hewan bersayap indah ini ternyata tidak emmiliki umur yang panjang. Umumnya, kupu-kupu hanya dapat bertahan hidup selama beberapa minggu saja. Dimasa hidupnya yang singkat, ia akan mencari makanan dan menemukan tumbuhan yang tepat untuk menyimpan telurnya.

Biasanya, kupu-kupu hanya akan bertahan hidup selama 4 minggu lamanya. Namun, jika dihitung keseluruhan proses metamorfosisnya, totalnya mencapai kira-kira sekitar dua atau delapan bulan.

4. Bisa Terbang Jika Suhu Sedang Dingin

Merupakan hewan berdarah dingin, kupu-kupu tidak dapat mengatur suhu tubuhnya sendiri. Oleh sebab itu, suhu tubuhnya sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan sekitarnya. Setidaknya, kupu-kupu membutuhkan suhu tubuh sekitar 29 derajat Celsius agar bisa terbang.

Dengan kata lain, jika suhu udara dibawah 29 derajat Celcius, kupu-kupu tidak dapat terbang dengan baik. Bahkan, jika suhu lingkungan telah mencapai 12 derajat Celcius, hewan ini tidak bisa bergerak atau melakukan aktivitas apapun. Oleh karena itu, kupu-kupu banyak ditemui ketika suhu sedang menghangat atau kondosi matahari sedang cerah bersinar.

5. Mempunyai Empat Sayap

Sekilas mungkin kamu melihat bahwa hewan ini memiliki dua sayap, padahal sayap kupu-kupu nyatanya ada empat. Hewan avertebrata ini mempunyai empat sayap yang terpisah. Dua saya di depan dan dua sayap di belakang serta melekat di bagian dada.

Itulah fakta menarik dari kupu-kupu yang wajib kamu ketahui. Selamat membaca dan smeoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina