Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Hewan Avertebrata Semut: Klasifikasi, Morfologi Hingga Perkembangannya!

Hewan Avertebrata Semut: Klasifikasi, Morfologi Hingga Perkembangannya

Mungkin Anda pasti jengkel, apabila hewan satu ini sering terdapat pada makanan, bahkan terdapat pada rumah Anda. Hewan ini memang menyukai empat tempat yang banyak tersedia makanan yang manis-manis.

Semut merupakan salah satu serangga yang masuk kedalam suku Formicidae, bangsa Hymenoptera. Hewan satu ini memiliki lebih dari 12.500 spesies, yang kebanyakan hidup pada kawasan Tropika. Semut memang sangat identik dengan kebiasaan gotong royongnya.

Meskipun hewan satu ini memiliki ukuran tubuh yang kecil, akan tetapi semut merupakan hewan terkuat di dunia. Seekor semut jantan bahkan mampu mengangkat beban hingga 50 kali lebih berat, dari beban tubuhnya.

Koloni semut juga disebut dengan super organisme, hal ini dikarenakan koloni semut, akan bersatu dan membentuk satu kesatuan. Pada artikel ini, kita akan membahas klasifikasi, morfologi, dan juga perkembangan tumbuh dari hewan semut. Berikut pembahasannya.

1. klasifikasi Hewan Semut

Kerajaan: Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Hymenoptera

Upaordo: Apocrita

Infraordo: Aculeata

Superfamili: Formicoidea

Famili: Formicidae

2. Morfologi Hewan Semut

Hewan satu ini hampir terdapat pada seluruh bagian di dunia. Hanya pada daerah Islandia, Greenland, dan juga Hawaii yang tidak hewan ini kuasai. Pada dasarnya hewan avertebrata ini memiliki 3 bagian tubuh, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut).

Semut memiliki antena, kelenjar metapleural, dan juga bagian perut kedua. yang berhubungan ke tangkai semut, membentuk pinggang sempit (pedunkel).

Secara umum serangga satu ini hampir sama dengan serangga lainnya. pada tubuh semut, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar, yang berfungsi untuk perlindungan diri dan juga sebagai tempat menempelnya otot.

Apakah anda mengetahui sistem pernafasan pada hewan yang satu ini? Hewan ini ternyata tidak memiliki paru-paru, akan tetapi semut memiliki lubang pernafasan, pada bagian dada yang bernama spirakel.

mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. Hewan satu ini juga memiliki sistem saraf yang terdiri dari sebuah otot syaraf ventral, yang terdapat pada pada sepanjang tubuhnya.

Hewan semut memiliki bagian kepala yang banyak terdapat organ sensor, layaknya seperti serangga lainnya, yang memiliki mata majemuk, dan terdiri dari beberapa lensa mata yang lebih kecil, untuk mendeteksi gerakan yang sangat baik.

Pada bagian mesosoma pada hewan semut, terdapat 3 pasang kaki, yang pada bagian ujungnya terdapat cakar kecil, untuk membantunya berpijak pada permukaan.

Sedangkan pada bagian metasoma hewan ini terdapat banyak organ dalam, salah satunya organ reproduksi. Beberapa jenis dari hewan satu ini juga memiliki kelenjar beracun, untuk membunuh mangsanya. Contohnya adalah spesies Formica yessensis yang memiliki kelenjar yang bisa disemprotkan, untuk pertahanan dirinya.

Perkembangan Hewan Semut.

Fase perkembangan serangga ini dimulai dari telur. Hewan ini termasuk kedalam holometabolism, atau tumbuh melalui metamorfosa, yang lengkap. Hewan avertebrata satu ini melewati tahap larva, dan juga pupa.

Proses pemberian makanan pada larva disebut dengan trophallaxis. Cara ini juga mereka gunakan, saat mendistribusikan makanan kepada semut lainnya.

Seekor semut pekerja yang baru saja memasuki masa dewasa, akan menghabiskan beberapa waktu mereka, untuk merawat ratu, dan juga semut muda lainnya. setelah cukup kuat, mereka akan gabung dengan semut pekerja lainnya, dan juga ikut dalam mempertahankan sarang.

Berikut tadi adalah klasifikasi, morfologi, dan juga perkembangan, dari hewan avertebrata semut, semoga informasi dari artikel ini dapat membantu anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina