Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Kecoak| Taksonomi, Morfologi, Habitat dan Sebarannya



Hampir semua orang tentu mengenal kecoak, salah satu hewan yang dinilai menggelikan dan termasuk ke dalam golongan hewan avertebrata. Hewan ini memang sering ditemui di tempat-tempat yang kotor dan di anggap menganggu bagi sebagian besar orang.

Kecoak juga merupakan hewan neuropora primitive yakni hewan yang berada sejak zaman Akhir Jurasik ( 1200 -- 1500  Juta Tahun ) yang dibuktikan dengan adanya fosil kecoak. Kecoak mempunyai lebih dari 4600 spesies dan lebih dari 30 spesies kecoak hidup berdampingan dengan kita.

Namun begitu, hanya 4 spesies yang diketahui sangat sering menggangu manusia yakni kecoak Jerman ( Blatella Germanica) , Kecoak Amerika ( Periplaneta Americana ), Kecoak Autralia (Periplaneta Australiaceae) dan kecoak Oriental ( Blatella Orintalies ).

Taksonomi Kecoak

Kingdom:                Animalia

Sub Kingdom:        Bilateria

Filum:                     Arthropoda

Sub Filum:             Hexapoda

Kelas:                    Insecta

Sub Kelas:             Pterygota

Ordo:                     Blattodea

Famili:                    Blattidae

Sub Famili:            Blattinae

Genus:                  Periplaneta

Spesies:                Periplaneta, Americana, Blattella, Germanica, Asahinai

Morfologi Kecoak

1. Bentuk

Hewan avertebrata satu ini mempunyai bentuk tubuh oval dan pipih. Bagian kepalnya teletak dan tersembunyi di bawah pronotum (bagian atas dengan permukaan keras), mempunyai satu mata tunggal, antena panjang, tiga pasang kaki, dan sayap dua pasang.

2. Warna

Warna tubuh kecoak cukup beragam sesuai dengan spesiesnya. Sebagian besar kecoak, tubuhnya berwarna cokelat dengan garis melintang di sayap. Akan tetapi, ada juga yang berwarna cokelat kemerahan dengan pola angka 8 berwarna kekuningan yaitu kecoak Amerika.

Selain itu, kecoak Jerman memiliki tubuh berwarna cokelat muda dengan dua garis cokelat gelap.

3. Ukuran

Ukuran tubuh hewan ini pun juga cukup beragam sesuai dengan spesiesnya. Umumnya kecoak yang belum dewasa ukuran tubuhnya sekitar 2 mm sampai 5 mm, sedangkan yang dewasa ukurannya sekitar 3,5 cm hingga 4,1 cm. Adapun kecoak dengan ukuran terbesar di dunia yaitu memiliki panjang sekitar 6 cm.

4. Kepala

Pada bagian kepala kecoak, terdapat mulut yang digunakannya untuk mengunyah makanan. Adapun sepasang mata majemuk yang bisa membedakan terang dan gelap.

Di samping itu, ada juga sepasang antena panjang yang berfungsi sebagai alat indera untuk mendeteksi bau dan vibrasi di udara. Saat istirahat, kepala mereka akan ditundukkan ke bawah protonum yang bentuknya mirip perisai.

5. Sayap

Kecoak mempunyai dua pasang sayap yang bisa digunakan untuk terbang. Sepasang sayap bagian depan teksturnya cukup kasar sementara bagian belakang merupakan selaput yang menutupi dan melindungi sayap depan. Kecoak muda atau nimfa tidak mengembangkan sayapnya hingga dewasa.

Namun, ternyata tidak semua kecoak bersayap bisa terbang. Pada beberapa spesies memang mempunyai sayap, hanya saja terlalu kecil jika digunakan untuk terbang dan ada juga yang sayapnya panjang, tetapi hanya spesies jantan saja yang bisa terbang.

6. Kaki

Bagian dada kecoak terdapat tiga pasang kaki yang disebut prothoracic, mesothoracic, dan metathorcic. Prohoracic adalah kaki bagian depan yang pendek dan berfungsi untuk rem. Mesothoracic adalah kaki bagian tengah untuk mempercepat atau memperlambat.

Sedangkan, Metathorcic adalah kaki bagian belakang yang menggerakkan kecoak untuk bisa bergerak ke depan.

Habitat dan Sebaran Kecoak

Habitat kecoak pada umumnya ada di tempat yang lembab, gelap, dan basah. Namun, mereka juga bisa hidup di daerah kering dengan sedikit air. Mereka banyak ditemukan di permukiman warga atau lebih tepatnya di dalam rumah, seperti kamar mandi, dapur, kamar, garasi, gudang, dan lain-lain.

Di luar rumah, mereka bisa ditemukan di tong sampah, kayu busuk, tumpukan daun, selokan, pipa air, pekarangan, dan tempat lain yang menurut mereka nyaman untuk ditinggali serta berkembang biak.

Adapun spesies Bromeliad phytotelmata hidup di dekat permukaan air dan dapat menyelam untuk mencari makanan. Spesies lain hidup di kanopi hutan dan akan bersembunyi di dedaunan saat siang hari kemudian muncul di malam hari untuk mencari makan.

Populasi hewan ini sebarannya sangatlah melimpah dan bisa hidup di berbagai lingkungan baik itu tropis maupun subtropis. Mereka bisa hidup di suhu rendah, bahkan memungkinkan bisa hidup di Kutub Utara.

Penyebaran kecoak sendiri tergantung dengan spesiesnya. Misalnya Periplaneta americana banyak ditemui di Malaysia, Tiongkok, Singapura, Thailand, Indonesia, Pakistan, dan India.

Nah, demikianlah informasi  seputar taksonomi, morfologi, habitat dan sebaran kecoak yang perlu Kamu ketahui. Bagaimana, Kamu masih takut dengan hewan menggemaskan satu ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina