Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Mengenal Gurita, Taksonomi, Morfologi, Serta Jenisnya

 


Gurita memang menjadi salah satu hewan yang tergolong dalam kategori avertebrata (tidak bertulang belakang). Hewan ini hidup dalam laut tropis atau semi-tropis dan termasuk biota laut yang kosmopolitan sehingga dapat ditemukan di berbagai wilayah seperti laut Atlantik, laut India, laut Tengah, Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan lain sebagainya.

Taksonomi Gurita

Kingdom:      Animalia

Filum:           Molusca

Kelas:           Cephalopoda

Sub-kelas:    Coleoidea

Ordo:            Octopoda

Sub-ordo:      Incirrata

Famili:           Octopodidae

Sub-famili:     Octopodinae

Genus:          Octopus

Spesies:        Octopus sp.

Morfologi Gurita

1. Badan

Badan gurita berbentuk bulat dan tidak memiliki sirip ataupun cangkang di luar tubuh seperti hewan air pada umumnya. Selain itu, jika diperhatikan tubuhnya membentuk gelembung besar yang tertutupi oleh selubung. Bagian tersebut mengalami pengecilan dibawah yang menghasilkan bentuk kecil atau seperti membentuk leher.

Sebenarnya gurita mempunyai cangkang yang berada di dalam tubuhnya. Cangkang tersebut berfungsi sebagai rangka yang menjadi tempat melekatnya otot-otot penyusun struktur tubuh gurita. Sebab tubuh hewan berkaki depalan ini tersusun atas otot yang tidak mempunyai rangka di dalamnya.

Struktur organ dalam gurita tersebut membuat tubuhnya menjadi lunak dan fleksibel, sehingga memudahkan ketika menyelip diantara celah bebatuan dasar laut. Kulit tubuh gurita sendiri memiliki banyak tonjolan kecil yang mirip kutil. Selain itu sel kulitnya mengandung banyak khromatofor yang merupakan pigmen warna.

Pigmen warna membantunya memiliki kemampuan mengubah warna tubuh secara cepat. Ketika dinding otot binatang ini mengalami peregangan atau kontraksi, maka pigmen akan menyebar ke seluruh permukaan tubuh. Adapun warna pigmen yang terdapat pada kulit gurita adalah warna kuning, cokelat, dan berbagai jenis warna lainnya.

Pada bagian bawah tubuhnya terdapat siphon yang merupakan organ eskterior berupa lubang-lubang menyerupai corong. Siphon berfungsi sebagai alat untuk mengeluarkan air yang ada di dalam tubuh gurita. Selain itu siphon juga menjadi tempat berlangsungnya proses respirasi, tempat tinta keluar, dan lokomosi.

2. Kepala

Mata gurita terletak di kepala yang berada diantara tubuh dan lapisan tentakel. Bentuk area ini cukup jelas sebab ukurannya yang mengecil. Gurita mempunyai sepasang mata dengan kemampuan kompleks, sehingga penglihatan binatang ini sangat baik meski hidup di dalam air. Bagian depan mata tersebut dikelilingi oleh delapan lengannya.

Masih disekitar area mata, octopda juga mempunyai mulut yang berbentuk seperti paruh. Paruh ini menjadi bagian paling keras dan berfungsi utama sebagai rahang untuk melumpuhkan mangsanya. Gurita menggunakan mulitnya untuk membunuh mangsa dengan cara menggigitnya.

3. Indera dan Sistem Saraf

Kemampuan penglihatan gurita sangatlah baik. Hal tersebut disebabkan pupilnya membentuk seperti lubang koin pada celengan. Akan tetapi bentuk pupil ini membuatnya mengalami gangguan refraksi astigmant, namun pada kenyataannya gurita tetap bisa melihat meski dalam kondisi gelap.

Mata gurita diketahui bersifat buta warna, sehingga sulit untuknya membedakan warna lingkungan disekitarnya. Kemampuan yang mendukung kualitas matanya terletak pada caranya membedakan polarisasi cahaya. Selain itu mata biota laut moluska ini juga sangat dipengaruhi oleh sistem gerak refleks yang menyebabkan pupil berbentuk horizontal.

Bukan hanya indera penglihatannya yang sangat tajam, tetapi juga indera perasanya. Indera ini terletak di bagian lengan tentakel yang mengandung kemoreseptor sebagai pendeteksi benda yang sedang disentuh. Lengan gurita juga dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi lengan mana yang sedang digerakkan atau dijulurkan oleh binatang ini.

Sayangnya kemampuan indera perasa tersebut disandingkan dengan pergerakan tubuh atau rasa posisi (proprioseptif) yang lemah. Oleh sebab itu sensor yang diperoleh tentakel gurita tidak bisa sampai ke otak. Sehingga gurita tidak bisa mengenali benda tiga dimensi dan hanya mampu merasakan tekstur tanpa mengetahui benda tersebut.

4. Tentakel

Tangan gurita berupa tentakel yang berjumlah delapan. Pada bagian ini jugalah terdapat selaput renang dan kantong penghisap. Selaput renang merupakan membran yang berada di bagian pangkal lengan atau berdekatan dengan area kepala dan posisinya mengitari mata.

Sedangkan kantong penghisap berada pada setiap tangan atau lengannya. Pada satu lengan terdapat dua baris kantong penghisap yang tersusun secara berderet mulai dari bagian pangkal lengan dekat kepala hingga ujung lengan. Kantong penghisap ini mempunyai bagian tepi yang mirip seperti tanduk.

Umumnya setiap individu gurita mempunyai panjang lengan yang relatif sama. Akan tetapi pada beberapa spesies lengan ini bisa memiliki panjang yang berbeda-beda. Bahkan tidak jarang ada gurita dengan panjang salah satu lengan mencapai dua atau tiga kali lipat dari lengannya yang lain.

Jenis-Jenis Gurita

1. Mimic octopus


Sebagai masyarakat lokal Indonesia kita perlu berbangga, pasalnya gurita cantik yang satu ini pertama kali ditemukan di wilayah Sulawesi pada tahun 1998. Sekilas mimic octopus atau gurita penyamar memiliki motif loreng kecokelatan mirip dengan lion fish, gurita ini pandai beradaptasi dengan menyesuaikan warna tubuhnya seperti lingkungan sekitar.

Sengatan gurita penyamar cukup berbahaya sehingga kamu gak boleh terkecoh melihat warna indah yang bikin pengen menyentuhnya.

2. Atlantic pygmy octopus


Atlantic pygmy octopus ini memiliki ukuran yang sangat mini. Atlantic pygmy octopus merupakan spesies gurita terkecil dengan ukuran paling besar hanya 4.5 cm saja. Atlantic pygmy octopus bisa ditemukan di perairan hangat, spesies ini paling banyak berada di Kepulauan Cayman, Inggris.

3. Giant Pacific octopus


Seperti yang ada dalam animasi gurita yang menyeramkan, Giant Pacific octopus merupakan jenis hewan paling besar yang ada di Samudra Pasifik. Ukuran gurita ini dapat mencapai 10-50 kg dengan umur panjang sekitar 3,5 tahun.

Para penyelam profesional pun harus berhati-hati saat berhadapan dengan gurita ini, pasalnya tentakel mereka dapat tumbuh hingga 10 meter panjangnya.

4. Coconut octopus


Gurita kelapa atau coconut octopus merupakan jenis gurita yang terbilang paling unik. Dengan warna cokelat keunguan gurita ini kerap kali menjadikan kelapa sebagai tempat perlindungannya, dari situlah asal nama gurita ini muncul. Lucunya lagi gurita kelapa akan membawa 'cangkang' palsunya kemanapun mereka pergi dengan memegangnya menggunakan tentakel.

5. Hapalochlaena


Hapalochlaena adalah nama ilmiah dari gurita cincin biru. Gurita ini punya penampilan yang lebih cantik dari gurita lainnya. Cincin biru pada tubuhnya dapat menyala dalam kegelapan. Namun ini menjadikannya sebagai hewan yang tergolong ke dalam hewan berbisa. Gurita cincin biru dapat ditemukan di sekitar Samudra Hindia, Jepang dan Australia.

6. Grimpoteuthis


Grimpoteuthis alias gurita dumbo memiliki penampilan yang berbeda dari spesies lainnya. Grimpoteuthis memiliki 'payung' yang menyerupai telinga. Nama dumbo diambil karena bentuknya menyerupai sepasang telinga gajah dalam serial animasi Dumbo.

Meskipun berbentuk menggemaskan tapi sayangnya gurita jenis ini sulit ditemukan karena hidup di laut yang sangat dalam.

7. Octopus briareus


Octopus briareus atau gurita karang Karibia merupakan jenis gurita dengan penampakan yang berbeda dari kebanyakan jenis lainnya. Gurita ini bewarna putih pekat dengan ukuran yang cukup besar. Selain warna putih  Octopus briareus juga memiliki warna lain seperti warna bening kemerahan.

Gurita ini disebut sebagai gurita karang karena suka bersembunyi dan menyesuaikan warna sesuai dengan karang.

Nah, itulah informasi seputar taksonomi, morfologi dan jenis-jenis gurita yang perlu Kamu ketahui. Semoga penjelasan diatas bisa menambah wawasanmu tentang hewan avertebrata yang satu ini. Semoga bermanfaat!

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina