Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Ciri – Ciri dan Klasifikasi Filum Annelida

Berasal dari kata annulus dan oidus. Annulus artinya cincin-cincin kecil, gelang-gelang atau ruas-ruas, dan oidus artinya bentuk. Dengan demikian, Annelida merupakan hewan yang memiliki bagian tubuh berupa cincin atau gelang. Tubuh dilapisi oleh kutikula, bersegmen, dan dibatasi oleh sekat yang berbentuk seperti cincin atau gelang.

Filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.000 spesies modern, antara lain cacing tanah, pacet dan lintah. Filum ini ditemukan di sebagian besar lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut.

Klasifikasi Filum Annelida

Secara tradisional filum Annelida dibagi ke dalam tiga kelompok utama berdasarkan jumlah relatif "rambut" yang terbuat dari kitin (seta) pada tubuh mereka, yaitu:

1. Polychaeta: Cacing yang memiliki jumlah seta banyak per segmen. Setiap segmen tubuh memiliki sepasang tonjolan berdaging disebut parapodia yang menopang banyak seta. Contoh: cacing yang hidup di laut, seperti cacing palolo.

2. Oligochaeta: Cacing yang memiliki jumlah seta sedikit per segmen. Contoh: cacing tanah.

3. Hirudinea: Cacing yang tidak memiliki seta dan memiliki alat penghisap. Cacing ini menghasilkan zat anti koagulan (anti pembekuan darah) dan anti pembengkakan. Contoh: lintah.

4. Errantia: merupakan kelompok Annelida yang jumlahnya besar dan bervariasi, kebanyakan merupakan organisme yang hidup di laut. Seperti namanya, banyak dari hewan ini yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, baik dengan berenang ataupun melayang terbawa arus.

5. Sedentaria: merupakan kelompok Annelida yang cenderung kurang aktif bergerak seperti Errantia. Beberapa jenis cacing ini mengubur dirinya di sedimen laut atau tanah. Lintah dan cacing tanah merupakan kelompok ini.

Ciri-Ciri Annelida

1. Annelida memiliki bagian tubuh berupa cincin atau gelang. Tubuh dilapisi oleh kutikula, bersegmen, dan dibatasi oleh sekat yang berbentuk seperti cincin atau gelang.

2. Bentuk tubuh simetri bilateral, yaitu mempunyai dua bagian sisi yang sama. Merupakan hewan triploblastik selomata

3. Hewan triploblastik selomata, yaitu memiliki rongga tubuh sejati yang tersusun dari 3 lapisan jaringan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

4. masing-masing segmen tubuh terdapat organ ekskretoris berupa metanephridia bersilia yang disebut nefrostom.

Peranan Annelida Bagi Kehidupan

Annelida dapat berperan menguntungkan maupun merugikan bagi kehidupan. Berikut merupakan contoh peranan Annelida yang menguntungkan:

1. Dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan.

2. Dapat digunakan sebagai pupuk.

3. Dapat digunakan sebagai pakan ternak dan ikan.

4. Dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran air.

5. Dapat mengurangi pencemaran lingkungan dengan mendaur ulang sampah sebagai tempat berkembangbiak cacing tanah.

6. Dapat digunakan sebagai bahan dasar kosmetik.

7. Hirudinea dapat digunakan untuk terapi pada manusia dengan cara menyedot darah kotor pada bagian tubuh tertentu.

Peranan Annelida yang Merugikan:

1. Menyebabkan penyakit anemia (kekurangan sel darah merah).

2. Menyebabkan penyakit cacing hati, cacing pita, cacing tambang, dan cacing kremi pada makhluk hidup lain.

Demikian informasi mengenai filum annelida yang menarik untuk diketahui. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina