Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Ciri-Ciri dan Klasifikasi Porifera


Berbicara tentang organisme laut, mungkin yang pertama tersirat dalam benakmu adalah beragam jenis ikan, seperti ikan tuna, ikan marlin, ikan kakap, dan jenis ikan bertaring yang ada di lautan bebas. namun disamping itu, ada organisme lain yang hidup disana, salah satunya adalah porifera.

Porifera merupakan salah satu filum yang terdapat dalam kingdom Animalia, dan dikategorikan ke dalam hewan avertebrata atau hewan tak bertulang belakang.

Dalam ilmu biologi, kingdom animalia terbagi menjadi dua, yakni hewan invertebrata dan hewan vertebrata. Hewan avertebrata itu sendiri adalah hewan yang tak bertulang belakang dan susuan sarafnya berada di bawah saluran pencernaan.

Hewan invertebrata itu sendiri dibagi lagi ke dalam delapan filum, yakni hewan berpori (Porifera), hewan berkulit duri (Echinodermata), hewan berongga (Coelenterata), cacing pipih (Platyhelmintes), cacing gelang (Annelida), cacing gilig (Nemathelminthes), hewan lunak (Mollusca), dan hewan berbuku-buku (Arthropoda).

Apa Itu Porifera?

Porifera merupakan organisme heterotrof yang tidak bisa membuat makanannya sendiri. Mereka memangsa plankton dan bakteri untuk memenuhikebutuhan hidupnya.

Organisme air ini disebut juga dengan hewan berpori atau spons. Hal ini dikarenakan ciri-ciri porifera sebagian besarnya memiliki kerangka yang terbuat dari serabut spongin. Hal inilah yang membuat tubuhnya seperti spons.

Hewan berpori ini juga memiliki ukuran yang beragam, ada yang hanya berukuran beberapa milimeter saja, dan ada pula yang bermeter-meter. Porifera hidup dan berhabitat di perairan, umumnya di lautan. Tapi, ada juga ditemukan porifera yang hidup di perairan air tawar.

Secara sederhana, porifera merupakan spons yang ternyata adalah hewan berongga atau spons yang familiar dikenal sebagai terumbu karang.

Ciri-Ciri Porifera

Terdapat beberapa ciri-porifera yang membedakannya dengan filum lainnya, diantaranya:

• Hewan berpori ini sebgaain besar hidup di laut, hanya sebagian yang hidup di air tawar

• Tubuhnya berpori-pori, berbentuk seperti vas bunga, bercabang, pipih, dan melekat di dasar air. Pori-pori ini berfungsi sebagai tempat masuknya air yang mengandung bahan makanan ke dalam tubuhnya

• Termasuk hewan diploblastik, yakni terdiri dari dua lapisan tubuh luar (epidermis) dan dalam (koanosit). Di antara kedua lapisan tersebut, terdapat mesoglea berbahan kental dan terdapat sel amoebosit, arkheosit, dan sklerobas.

• Rangka luarnya terdiri atas spikula yang tersusun dari zat kersik dan zat kapur

• Tidak mempunyai rongga sejati sehingga tak dapat dibedakan antara organ-organnya, seperti mata, telinga, dan hidung

• Tidak memiliki sistem saraf, pernafasan, dan pencernaan. Sistem dalam tubuhnya hanya bekerja lewat saluran air yang keluar-masuk dari pori-pori tubuhnya

• Sistem pencernaannya dilakukan secara intraseluler di dalam amoebosit dan koansit

• Tubuhnya lengket di sudatu dasar dan sedenter (menetap)

• Memiliki tiga tipe saluran air, yakni askon, leukon, dan sikon

• Jenis kelamin porifera tidak terpisah antara jantan dan betina (hemafrodit). Dengan kata lain, di dalam tubuhnya, terdapat dua jenis kelamin sekaligus

• Reproduksi forifera dilakukan secara seksual dan aseksual. Reprodukdi seksual dengan cara fusi gametik, sedangkan reproduksi aseksual dengan cara tunas dan dan fragmentasi

Klasifikasi Porifera

berikut ini dijelaskan beberapa klasifikasi porifera, antara lain:

• Calcarea

Calcarea merupakan salah satu kelas porifera yang merupakan para spons berkapur, dimana seluruh kerangkanya terdiri dari spikula kalsium karbonat (seperti jarum). Tubuhnya berbentuk tabung berukuran kecil sekitar 1 sampai 3 cm, dan sangat jarang sekali ada yang mencapai 15 cm.

Calcarea ini umumnya memiliki warna yang kusam dan hisup di dasar perairan dangkal yang beriklim sedang. Contoh calcarea adalah Leucosolenia botryoides dan Sycon ciliatum.

• Demospongiae

Janis spons demospongiae ini sangat sering ditemui di lautan. Bahkan, kelas porifera yang satu ini juga ditemukan di air tawar. Hewan berpori jenis ini tidak mempunyai spikula triaxon, melainkan spikula yang berbentuk monoaxon dan tetraxon yang mengandung silikat.

Meski demikian, ada beberapa jenis demospongiae yang tidak mengandung spikula, tapi hanya mengandung spongin. Contoh anggota Demospongiae adalah Spongilla lacustris.

• Hexactinellida

Hexactinellida adalah kelas porifera yang berhabitat di lautan dan disebut juga dengan spons gelas atau kaca. Spikula kelas Hexactinellida ini terdiri atas silikat dan tidak mengandung spongin. Selain itu, spikula tersebut juga berbentuk bidang triaxon, yakni terdapat dua jari-jari (hexactinal) pada masing-masing bidangnya.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai ciri-ciri dan klasifikasi porifera yang menarik untuk diketahui. Selamat membaca dan smeoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina