Langsung ke konten utama

5 Jenis Hewan Vertebrata Paling Berbahaya di Dunia

Traveling menjelajahi gunung, hutan hujan tropis, dan pantai alue naga menjadi kegemaran orang yang sering mengenakan outfit mamba saat ini. Namun, diperlukan persiapan khusus sebelum kamu memutuskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Sebab, ada banyak kemungkinan masalah yang akan kamu hadapi saat berada di hutan alami atau taman laut. Salah satunya datang dari binatang berbisa. Nah, di blog kali ini, hewan vertebrata paling berbisa itulah yang akan kita bahas. Langsung saja, berikut 5 binatang paling berbisa yang bisa saja kamu temui saat traveling berpetualang ke dalam hutan atau saat menceburkan diri ke laut lepas. 1. Ikan Buntal Ikan buntal atau yang dikenal dengan nama Puffer fish, merupakan hewan vertebrata paling beracun kedua di dunia. Mereka mudah ditemukan di lautan tropis di seluruh dunia. Ikan buntal memiliki racun yang bisa membunuh manusia. Jarum yang ada pada hewan yang pernah dilihat langsung oleh Bryan Mckenzie ini mengandung racun berbahaya yang bernama tet

Fakta Unik Tarantula, Laba-Laba Terbesar Pemangsa Berbagai Jenis Hewan


Bagi kebanyakan orang, laba-laba merupakan jenis hewan yang menakutkan. Umumnya, jenis laba-laba yang ditakuti adalah yang berbisa, terutama yang bisa membunuh manusia.

Namun ternyata, ada jenis laba-laba lain yang membuat orang merasa ngeri. Apa itu? Apa lagi kalau bukan tarantula.

Tarantaula merupakan nama yang diberikan untuk salah satu spesies laba-laba berukuran besar yang umumnya berambut. Laba-laba jenis ini tergolong ke dalam famili heraphosidae dan terdapat sekitar 800 spesies yang telah teridentifikasi.

Tubuh yang besar dipenuhi dengan bulu memang membuat tarantula terlihat mengerikan. Namun, apakah mereka begitu berbahaya? 

Berikut ini penjelasan beberapa fakta menarik seputar tarantula yang jarang diketahui oleh orang. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Beracun, Namun Seharusnya Kita Lebih Takut Pada Rambutnya

Pada umumnya, salah satu ketakutan terbesar orang ketika melihat tarantula ialah takut digigit. Karena ukurannya begitu besar, gigitan hewan avertebrata yang satu ini memang bisa menyakitkan. Namun, tak perlu khawatir, gigitan tarantula tidak lebih berbahaya daripada sengatan lebah madu.

Ketika menggigit, tarantula hanya akan menyuntikkan sedikit racun, bahkan terkadang tidak menyuntikkan sama sekali. Avertebrata yang satu ini juga ternyata bukan hewan agresif dan hanya akan menyerang jika diganggu.

Justru hal yang seharusnya kita waspadai ialah rambut-rambut halus pada tubuh tarantula. Ketika merasa terusik, tarantula akan mempertahankan dirinya dengan cara merontokkan bulu-bulu halus di sekujur tubuhnya. apabila bulu tersebut terkena mata atau membran mukosa lainnya, bisa menyebabkan iritasi bahkan kebutaan.

2. Memangsa Berbagai Jenis Hewan

Dengan tubuhnya yang besar, tarantula merupakan hewan pemakan segala. Tarantula goliat pemakan burung (Theraphosa blondi) adalah spesies tarantula terbesar sekaligus laba-laba terbesar di dunia.

Sesuai namanya, laba-laba ini bahkan sanggup memangsa burung. Akan tetapi, mereka lebih sering memangsa serangga dan hewan-hewan lain, seperti kadal,tikus, kodok, bahkan ular.

3. Membuat Jaring Bukan Untuk Menangkap Mangsa

Sama seperti laba-laba pada umumnya, tarantula juga membuat jaring. Namun, tujuannya bukan untuk menjerat mangsa. Kebanyakan tarantula membuat lubang di tanah tempat mereka bersembunyi menunggu mangsa. Untuk menguatkan struktur lubang yang dibuat, tarantula menggunakan jaringnya.

Beberapa tarantula juga membuat jaring untuk mempermudah mereka memanjat. Jaring tersebut membuat pergerakannya menjadi lebih cepat, khususnya ketika mengejar mangsa. Spesies laba-laba raksasa ini juga membuat jaring untuk tempat kawin dan juga alas ketika berganti rangka luar.

4. Memperbarui Organ Dalamnya Secara Berkala

Sama seperti serangga, hewan ini memiliki rangka luar. Hanya saja tarantula secara berkala mengganti rangka luarnya. Uniknya lagi, dalam proses tersebut mereka juga memperbarui organ-organ dalamnya.

National Geographic menyebut organ yang diperbarui adalah lapisan perut dan kelamin betina. Mereka bahkan juga bisa menumbuhkan organ luar yang hilang seperti kaki dan pedipalps alias alat sensor yang terletak di bagian depan tubuhnya.

5. Bisa Mati Jika Terjatuh

Meski terlihat mengerikan, tarantula sebenarnya merupakan jenis laba-laba yang rapuh. Rangka luar hewan ini mudah hancur jika mereka terjatuh, bahkan dari tempat yang tidak terlalu tinggi sekalipun. Apabila abdomennya rusak, tarantula umumnya akan mati.

Itulah lima fakta unik seputar tarantula, laba-laba raksasa yang keberadaannya ternyata tak membahayakan manusia. Gimana, apakah kamu masih takut jika bertemu hewan ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Sotong: Klasifikasi, Ciri Ciri, serta Manfaatnya

Sotong merupakan salah satu hewan yang hidup di daerah perairan, khususnya laut, sungai, dan danau. Hewan ini bisa Kamu temukan di hampir seluruh daerah perairan yang berukuran luas, baik air tawar, payau, maupun asin, pada kedalaman yang bervariasi. Namun, hewan peraian satu ini kerap kali disalahartikan oleh masyarakat umum sebagai cumi-cumi. Padahal, keduanya adalah dua jenis hewan yang berbeda. Dimana, sotong memiliki tubuh berbentuk pipih, sedangkan cumi-cumi memiliki bentuk silinder . Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun atas kapur yang keras, berbanding terbalik dengan cumi-cumi yang memiliki cangkang yang lunak. Klasifikasi Sotong Kingdom : Animalia Filum : Moluska Kelas : Cephalopoda Sub kelas : Coleoidea Ordo : Sepioidea Genus : Sepia Spesies : Sepia Sp. Ciri-Ciri dan Keunikan Sotong Sotong memiliki delapan lengan, dan dua tentakel yang dilengkapi dengan pengisap untuk menangkap mangsanya. Mereka umumnya mempunyai ukuran antara 15-25 cm, deng

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Tapi sebelum itu kamu juga bisa mengetahui agama deva mahenra , aktor muda asal Indonesia. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas