Langsung ke konten utama

Mengenal Bahaya Infeksi Cacing Pipih: Ini Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cacing pipih adalah avertebrata tergolong ke dalam filum Platyhelminthes. Ada lebih dari 25.000 spesies dan beberapa di antaranya bisa menyebabkan infeksi cacing pipih pada manusia. Salah satu spesies cacing pipih yang dapat menginfeksi manusia adalah cacing pita. Cacing jenis ini adalah parasit yang hidup di dalam tubuh hewan lainnya sebagai inang. Untuk lebih lanjut mengetahui infeksi tersebut, berikut penjelasan hingga pengobatannya. Infeksi cacing pipih pada manusia Terjadinya infeksi cacing pipih pada manusia bisa berawal saat mengonsumsi daging hewan yang tidak matang dan dalam kondisi sudah terinfeksi cacing pipih. Selain itu, infeksi juga bisa terjadi saat mengonsumsi air yang terkontaminasi telur atau larva cacing. Meski dapat diatasi, terkadang infeksi pada manusia dapat menyebabkan kondisi serius dan mengancam jiwa. Ada berbagai macam infeksi cating pipih, namun menurut kelasnya, ada dua yang paling dikenal menyebakan infeksi cacing pipih. 1. Trematoda (Flukes) K

Berasal Dari Afrika, Berikut Fakta Unik Bekicot yang Tak Banyak Diketahui


Kamu tentu telah familiar dengan hewan yang satu ini. bekicot banyak ditemukan di area yang kondisinya lembab, seperti di persawahan.

Bekicot (Achatina fullica) tergolong ke dalam salah satu hewan molusca dengan ciri khas yakni selalu membawa cangkangnya kemana-mana. Cangkangnya tersebut berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus untuk pertahanan diri.

Bekicot kerap dianggap sebagai hewan menjijikkan karena memiliki banyak lendir yang menutupi sekujur tubuhnya. Dahulu kala, keberadaan bekicot sering dijauhi manusia, karena  lendirnya dan juga sifat hama yang dianggap merugikan para petani.

Akan tetapi, saat ini bekicot justru banyak dipelihara karena memiliki segudang manfaat bahkan dapat dijadikan sebagai bahan makanan. Hewan ini juga ternyata sangat efektif dijadikan sebagai obat untuk mengatasi beberapa penyakit kronis.

Berikut ini beberapa fakta unik seputar hewan bekicot yang belum banyak diketahui orang, antara lain:

1. Awalnya Berasal dari Afrika

Bekicot adalah hewan khas Afrika, tepatnya di Afrika Timur. Penyebarannya hingga sampai ke wilayah Indonesia diperkirakan melalui kapal-kapal perdagangan, karena hewan ini sangat menyukai tempat-tempat yang lembab, seperti permukaan kayu kapal.

2. Hibernasi di Musim Dingin dan Panas

Kamu mungkin belum mengetahui bahwa avertebrata yang satu ini akan tertidur panjang (hibernasi), baik di musim dingin ataupun musim panas. Dimusim dingin, bekicot akan melapisi tubuhnya dengan lendir, dan ketika musim panas tiba, siput akan menyimpan lemak untuk dapat bertahan hidup.

3. Merupakan Hewan Pembawa Parasit bagi Manusia

Bekicot adalah hewan pembawa parasit yang dapat membahayakan tubuh manusia. Beberapa jenis bekicot akan membawa parasit cacing yang bisa bertahan hidup di tubuh manusia dan menyebabkan penyakit radang otak (meningitis).

4. Bekicot Ternyata Memiliki Gigi dengan Jumlah Ribuan

Seekor bekicot ternyata memiliki sekitar 14.000 gigi yang berukuran kecil. Gigi-gigi tersebut digunakan untuk mengunyah makanannya agar lebih halus dan mudah dicerna.

5. Merupakan Hewan yang Jalannya Paling Lambat

Bekicot adalah hewan dengan pergerakan paling lambat diantara hewan darat lainnya di dunia. Hewan ini hanya memiliki kecepatan berjalan sekitar 2,3 cm per detik. Namun, pergerakan bekicot cukup konsisten dan stabil.

6. Bekicot Takut dengan Garam

Apabila terganggu dengan keberadaan hewan ini di dalam rumah, kamu dapat menaburkan garam di tubuhnya. Bekicot akan mati apabila ditaburi garam, karena tubuhnya tak mampu memproses zat-zat yang terkandung dalam garam, bahkan menyebabkan kematian.

7. Bekicot Merupakan Hewan Hermaprodit

Avertebrata ini mempunyai dua alat kelamin di tubuhnya, sehingga disebut sebagai hewan hermaprodit. Walau demikian, bekicot ternyata tak dapat bereproduksi sendiri. Hewan ini harus melakukan perkawinan dengan bekicot lain, dan akan menghasilkan bayi bekicot masing-masing.

Demikanlah 7 fakta unik avertebrata bekicot yang tak banyak diketahui. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi seluruh pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina