Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Fakta Menarik Cacing Tanah yang Jarang Diketahui


Kamu tentu telah familiar dengan hewan avertebrata yang satu ini. Cacing tanah umumnya ditemukan hidup di tanah, memakan bahan organik hidup dan mati.

Terkadang hewan ini sangat ditakuti oleh beberapa orang, karena bentuknya yang unik dan terlihat menggelikan. Uniknya, hewan tak bertulang belakang ini banyak dicari dalam jumlah yang banyak dengan tujuan tertentu, seperti pakan ternak seperti ayam atau sebagai bahan pembuatan obat-obatan.

Hal tersebut menandakan bahwa cacing tanah memiliki banyak sekali manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, keberadaan cacing tanah ini juga dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa fakta menarik cacing tanah, antara lain:

1. Sensitif Terhadap Cahaya

Kita semua tentu mengetahui bahwa cacing tanah hidup dalam tanah, selalu berada dalam kegelapan dan jarang keluar dari tempat asalnya. Hal tersebut disebabkan karena faktanya cacing sangat sensitif terhadap cahaya.

Dilansir dari wormfarmguru.com, cacing akan mengalami kelumpuhan jika terkena cahaya selama kurang lebih satu jam. Oleh karena itu, hewan ini memiliki pendeteksi cahaya lewat kulitnya, agar dapat menjauh dari sumber cahaya sehingga kulitnya tetap lembab.

2. Dapat Hidup Lebih Lama

Hewan yang satu ini diketahui dapat bertahan hidup untuk waktu yang cukup lama. Cacing juga memiliki bentuk tubuh yang sama persis dalam jangka waktu yang lama. Cacing bisa hidup hingga delapan tahun jika berada di lingkungan yang dilindungi dan stabil.

3. Bernafas Dengan Kulit

Jika diamati, hewan ini memiliki permukaan kulit yang segmen. Hal itu dikarenakan di dalam tubuhnya tidak terdapat paru-paru sehingga ia bernafas dengan menggunakan kulitnya. Setiap jenis cacing mempunyai jumlah segmen yang berbeda-beda. Cacing tanah berjenis Lumbricus memiliki segmen sekitar 90 hingga 195 dimana klitelum berada di segmen 27 hingga 32.

Berbeda dengan cacing tanah berjenis Pheretima yang hanya memiliki segmen sekitar 95 hingga 150 segmen dimana klitelum berada di segmen 14 hingga 16. Keunikan lainnya adalah hati yang dalam satu ekor cacing mencapai 1 hingga pasang bagian hati.

4. Kotorannya Menyuburkan Tanah

Keberadaan cacing diketahui dapat menyuburkan tanah. Kotoran cacing tanah ini sangat mirip seperti tanah, mengandung banyak unsur hara yang diperlukan tumbuhan untuk dapat tumbuh subur.

5. Memiliki Kemampuan Untuk Beregenerasi

Cacing tanah mempunyai kemampuan yang istimewa, bahkan dapat melakukan hal unik yang hanya bisa dilakukan oleh beberapa spesies hewan saja di dunia ini. uniknya, hewan ini dapat melakukan regenerasi, sehingga apabila bagian tubuhnya terpotong, akan dapat tumbuh kembali dengan sendirinya. Hal tersebut sama seperti cicak yang ekornya bisa tumbuh kembali jika terputus.

Itulah beberapa fakta unik yang harus kamu ketahui seputar cacing tanah. Hewan yang unik dan bahkan dijauhi banyak orang, namun ternyata punya keunikan tersendiri serta memegang peran penting dalam kehidupan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina