Langsung ke konten utama

Mengenal Fakta Menarik Kaki Seribu

Kaki seribu adalah hewan yang sering di jumpai disekita rumah. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari dan ditemukan didaerah dengan kelembaban udara yang tinggi.  Kali ini akan membahas tentang kaki seribu. Yuk, simak pembahasan artikelnya berikut ini. Taksonomi Berikut ini adalah taksonomi kaki seribu, yaitu: Kingdom               Animalia Filum                      Arthropoda Kelas                      Diplopoda Ordo                       Polydesmida Famili                     Eurymerodesmidae Genus                    Eurymerodesmus Ciri-Ciri Kaki Seribu Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk cincin. Memiliki tubuh kecil seperti jari manusia Berwarna merah dibagian punggungnya, dibagian kakinya berwarna hitam Memiliki kaki yang banyak.

Mengenal Hewan Avertebrata Jenis Filum Artrhopoda

 

Arthropoda merupakan salah satu filum hewan terbesar dibanding lainnya. Arthropoda ini adalah hewan yang kerap ditemui di dalam kehidupan sehari-hari. Dari tampilannya, kita dapat melihat system organ tubuh hewan avertebrat arthropoda yang meliputi system peredaran, pencernaan, saraf, pernapasan, ekskresi, reproduksi, dan alat indera yang peka terhadapa sentuhan panas dan bau –bauan.

Ciri – Ciri Hewan Avertebrata Jenis Filum Artrhopoda Adalah:

  •   Memiliki tubuh dan kaki yang berbuku-buku, bersegmen atau beruas-ruas.
  • Tubuhnya simetri bilateral.
  •   Merupakan hewan triploblastik selomata, yaitu memiliki tiga lapisan tubuh dan rongga tubuh yang sejati.
  • Merupakan hewan eksoskeleton yang terbuat dari senyawa protein dan kitin untuk melindungi dan membentuk kerangka tubuhnya.
  •  Struktur tubuh terdiri dari kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen).
  •  Sudah memiliki sistem tubuh seperti saraf, pencernaan, ekskresi, peredaran darah, dan indera.
  •  Alat respirasi bervariasi tergantung kelasnya, ada yang menggunakan trakea, insang, permukaan tubuh, atau paru-paru.
  •  Hewan berumah dua, yaitu alat kelamin terpisah antara jantan dan betina pada suatu individunya.
  •  Reproduksi dilakukan secara seksual dan aseksual.

Filum Arthropoda Masih Dikelompokkan Lagi Menjadi Empat Kelas, yaitu: 

1. Arachnoidea

Kelas pertama dari filum Arthropoda adalah Arachnoidea atau biasa juga disebut dengan Arachida, berasal dari bahasa Yunani yang artinya laba – laba, anggota kelas ini adalah laba-laba, kalajengking, dan tungau. Mereka memiliki tubuh yang terdiri atas sefalotoraks (kepala yang menyatu dengan dada) dan perut (abdomen). 

Selain itu, mereka juga memiliki 4 pasang kaki yang terdapat pada bagian sefalotoraks dan dua pasang mulut. Jadi, bisa disimpulkan kalau salah satu anggota filum Arthropoda yang memiliki 4 pasang kaki adalah Arachnoidea. Contoh hewan Arachnoidea adalah: laba-laba.

2. Crustacea

Jenis Crustacea yaitu bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapas, mereka punya lima pasang kaki dengan satu pasang kaki capit dan empat pasang kaki jalan. Contoh hewan Crustacea adalah: udang, lobster, dan kepiting

3. Myriapoda

Jenis Myiapoda yaitu di setiap ruas badannya terdapat kaki yang berpasangan. Itulah mengapa anggota kelas ini memiliki kaki yang banyak. Contoh hewan Myriapoda adalah: kaki seribu dan kelabang.

4. Insecta

Insekta atau serangga merupakan kelas terakhir dari filum Arthropoda yang akan di bahas tentang jenis ini adalah  tubuhnya terdiri atas ktipe lepidoptera (penghisap), tipe hemipteran (penusuk dan pengisap), dan tipe orthopteran (penggigit). 

Selain itu, mereka juga termasuk hewan yang mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk dari telur hingga menjadi dewasa. Contoh hewan Insecta adalah: kupu-kupu, belalang, dan jangkrik. 

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai hewan avertebrata jenis filum artrhopoda, semoga bermanfaat ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Fakta Unik Laba-Laba yang Harus Diketahui

Laba-laba merupakan hewan berkaki delapan dan memiliki mata lebih dari sepasang. Hewan ini ternyata banyak ditakuti oleh manusia. Jika kamu adalah salah satu orang yang juga takut dengan hewan ini, tak perlu khawatir. Sebab hewan yang satu ini nyatanya tak beracun dan tidak pernah tertarik dengan manusia. Karena besarnya ukuran manusia bagi laba-laba, membuatnya tidak tertarik untuk menyerang kita. Hewan berkaki delapan ini sering dijumpai di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar manusia. Laba-laba dikenal dengan ciri khasnya yang membuat jaring-jaring di sudut-sudut rumah. Jika tidak dibersihkan dengan rutin, jaring laba-laba akan semakin banyak dan mengganggu pemandangan. Uniknya, laba-laba tidak pernah terperangkap di jaring yang dibuatnya sendiri. Tak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik lainnya seputar hewan ini. Apa saja itu? Yuk, Simak Ulasannya di bawah ini. 1. Dapat Membuat Jaring Raksasa Laba-laba memiliki kemampuan untuk membuat jaring-jaring dengan bagian tubuhnya send

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sytromatophora Famili : Achatinidae Genus : Achatina Spesies : Achatina