Langsung ke konten utama

5 Jenis Hewan Vertebrata Paling Berbahaya di Dunia

Traveling menjelajahi gunung, hutan hujan tropis, dan pantai alue naga menjadi kegemaran orang yang sering mengenakan outfit mamba saat ini. Namun, diperlukan persiapan khusus sebelum kamu memutuskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Sebab, ada banyak kemungkinan masalah yang akan kamu hadapi saat berada di hutan alami atau taman laut. Salah satunya datang dari binatang berbisa. Nah, di blog kali ini, hewan vertebrata paling berbisa itulah yang akan kita bahas. Langsung saja, berikut 5 binatang paling berbisa yang bisa saja kamu temui saat traveling berpetualang ke dalam hutan atau saat menceburkan diri ke laut lepas. 1. Ikan Buntal Ikan buntal atau yang dikenal dengan nama Puffer fish, merupakan hewan vertebrata paling beracun kedua di dunia. Mereka mudah ditemukan di lautan tropis di seluruh dunia. Ikan buntal memiliki racun yang bisa membunuh manusia. Jarum yang ada pada hewan yang pernah dilihat langsung oleh Bryan Mckenzie ini mengandung racun berbahaya yang bernama tet

Proses Metamorfosis Belalang

Belalang adalah contoh serangga yang mengalami metamorphosis tidak sempurna. Dalam perubahannya, belalang tidak mengalami tahap kepompong atau layaknya kupu-kupu yang melalui metamorphosis sempuna.

Metamorfosis belalang hanya melalui tahap telur, nimfa dan dewasa (imago). Metamorphosis tidak sempurna atau tidak hemimetabola adalah proses perubahan bentuk hewan yang tidak lengkap.

Hewan yang mengalami metamorphosis tidak sempurna dapat dicirikan dengan bentuk hewan yang muda mirip dengan induknya, tetapi ada bagian-bagian tubuh yang belum terbentuk, misalnya sayap.

Belalang juga termasuk serangga yang sering menjadi hama tanaman para petani. Sifatnya yang rakus membuat daun-daun tanaman habis dimakannya. Tetapi, belalang juga memiliki peran penting.

Hewan ini mampu menjaga keseimbangan ekosistem, terutama ekosistem sawah. Belalang menjadi mangsa  bagi beragam jenis burung.

Berikut penjelasan ketiga tahapan metamorphosis belalang tersebut secara lengkap beserta penjelasannya.

Siklus Hidup Belalang

1. Telur

Proses metamorphosis belalang diawali dengan tahap telur. Belalang betina yang telah dibuahi umumnya daapt menghasilkan 10 sampai 300 butir telur. Biasanya belalang betina bertelur saat musim panas dan meletakkannya di dedaunan, batang tanaman, hingga di dalam tanah.

2. Belalang Muda (nimfa)

Telur belalang tersebut kemudian menetas menjadi nimfa atau bayi belalng yang berwarna putih. Warna nimfa akan berubah menjadi hijau atau cokelat saat terkena sinar matahari. Bentuk nimfa mirip seperti belalang dewasa, tetapi belum memiliki sayap. Nimfa akan bertumbuh bulu sayap di punggungnya menjadi belalang dewasa.

3. Belalang  Dewasa (imago)

Nimfa kemudian mengalami pergantian kulit empat kali dan penyempurnaan organ tubuh sehingga menjadi belalang dewasa yang bersayap. Pergantian kulit ini memiliki tujuan supaya memudahkan belalang kecil membentuk sel-sel baru. Belalang dewasa memiliki sayap sempurna dan siap bertelur. Rentang waktu yang dibutuhkan untuk siklus hidup belalang yaitu sekitar sebelas sampai dua belas bulan. Usia belalang juga diperkirakan hanya dapat bertahan hidup sekitar dua belas bulan saja.

Nah, itulah proses siklus hidup belalang dari telur hingga menjadi imago atau belalang dewasa, Serangga Orthoptera ini juga memiliki proses metamorfosis tidak sempurna yang hanya memiliki tiga tahapan perkembangan saja.

Melalui proses perkawinan, belalang berkembang biak dengan cara bertelur dan bisa menghasilkan telur hingga 300 butir. Telur akan menetas dan menjadi nimfa yang hanya mempunyai kemungkinan hidup sekitar 50% akibat predator seperti burung, tikus, dan kadal.

Belalang dewasa yang sudah memiliki organ reproduksi, akan kembali mencari pasangan dan berkembang biak. Dengan tubuh yang belum sempurna, nimfa akan kesulitan untuk bertahan hidup dan menyelamatkan dirinya dari seekor predator.

Demikian hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna memiliki bentuk tubuh yang sama sejak kecil hingga dewasa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Avertebrata Laba-Laba : Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Keragamannya

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Laba-laba merupakan sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda). Hewan ini memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak memiliki mulut pengunyah, tidak memiliki sayap, serta memiliki jaring perekat. Semua jenis laba-laba tergolong ke dalam ordo Araneae bersamaan dengan kalajengking, tungau, ketonggeng, dan semua hewan berkaki delapan. Bidang ilmu yang memperlajari tentang laba-laba disebut dengan arachnologi. Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan masuk dalam peringkat ke tujuh dari total keragaman spesies seluruh ordo organisme. Hewan ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan telah bertahan lama di hampir semua habitat kecuali kolonisasi udara dan laut. Hewan berkaki delapan ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau kerap disebut jenis karnivora. Terkadang, ia juga bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Laba-laba mempunyai bisa yang berfung

Sotong: Klasifikasi, Ciri Ciri, serta Manfaatnya

Sotong merupakan salah satu hewan yang hidup di daerah perairan, khususnya laut, sungai, dan danau. Hewan ini bisa Kamu temukan di hampir seluruh daerah perairan yang berukuran luas, baik air tawar, payau, maupun asin, pada kedalaman yang bervariasi. Namun, hewan peraian satu ini kerap kali disalahartikan oleh masyarakat umum sebagai cumi-cumi. Padahal, keduanya adalah dua jenis hewan yang berbeda. Dimana, sotong memiliki tubuh berbentuk pipih, sedangkan cumi-cumi memiliki bentuk silinder . Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun atas kapur yang keras, berbanding terbalik dengan cumi-cumi yang memiliki cangkang yang lunak. Klasifikasi Sotong Kingdom : Animalia Filum : Moluska Kelas : Cephalopoda Sub kelas : Coleoidea Ordo : Sepioidea Genus : Sepia Spesies : Sepia Sp. Ciri-Ciri dan Keunikan Sotong Sotong memiliki delapan lengan, dan dua tentakel yang dilengkapi dengan pengisap untuk menangkap mangsanya. Mereka umumnya mempunyai ukuran antara 15-25 cm, deng

Mengenal Avertebrata Bekicot : Kkasifikasi, Ciri-Ciri, dan Habitat

Sobat pembaca tentunya sudah tak asing lagi dengan hewan avertebrata yang satu ini. Bekicot merupakan hewan lunak yang berasal dari kelompok moluska. Umumnya, hewan berlendir ini bisa ditemukan di area persawahan dan bebatuan dengan kondisi yang lembab. Hewan ini juga kerap disebut sebagai salah satu hama karena memakan berbagai tanaman budidaya. Walaupun hewan berlendir ini banyak dijumpai di area pemukiman, ternyata satwa ini bukanlah spesies asli Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bekicot. Tapi sebelum itu kamu juga bisa mengetahui agama deva mahenra , aktor muda asal Indonesia. Untuk lebih mengetahui tentang hewan avertebrata ini, simak penjelasan berikut. Klasifikasi Bekicot Hewan dengan nama latin Achatina fulica ini disebut juga siput darat yang berasal dari Afrika Timur. Moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah di dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian. Berikut ini adalah klasifikasi bekicot, yaitu : Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas